Bagi orang yang . . .
Baginya wajib untuk mengqodho’ puasanya dan membayar kifaroh/fidyah yang berupa;
a. Me-merdekakan seorang budak yang mukmin. Atau ,
b. Puasa selama 2 bulan terus-menerus (yaitu apabila terputus satu hari maka hitunganya diulang kembali sampai benar-benar 2 bulan penuh dan terus-menerus). Atau
c. Memberi nafkah/makan kepada 60 orang miskin yang setiap orangnya sebanyak satu mud (6 ons).
2. Meninggal dunia. Apabila ada orang yang meninggal pada bulan romadhon dan ia masih mempunyai hutang puasa romadhon, maka wajib diganti dengan ;
Sedekah makanan yang setiap harinya dihitung satu mud. Jadi ketika mempunyai hutang 5 hari maka 5 x satu mud = 5 mud (satu mud= 6 ons. 6 mud = 5x 6 ons = 30 ons).
3. Orang tua atau lansia yang sudah pikun. Apabila tidak kuat atau tidak mampu mengerjakan puasa maka boleh berbuka dan wajib diganti dengan;
Memberi makan (bersedekah makanan) yang setiap harinya satu mud.
4. Wanita hamil dan wanita yang sedang menyusui. boleh berbuka ketika
a. Khawatir akan mengganggu kesehatannya (menjadi sakit/meninggal). Wajib diganti dengan; Qodho’ puasa
b. Khawatir akan mengganggu kesehatan bayinya (menjadi sakit/meninggal). Wajib diganti dengan; Qodho’ puasa dan membayar kifaroh/fidyah sebanyak satu mud setiap harinya.
5. Orang sakit dan musafir (orang yang berpergian jauh dengan tujuan kebaikan). Diperbolehkan berbuka dan diwajibkan untuk mengqadha’ puasanya tanpa membayar kifaroh atau fidyah.
6. Wanita yang sedang haid atau nifas. Diwajibkan berbuka dan wajib menggantinya dengan mengqodho’ puasa tanpa membayar kifaroh atau fidyah.
sumber :
- kitab At-Targhib wat-Tahdzib terjemah dari kitab Taqrib oleh Kiai Ahmad Subki Masyhadi, Pekalongan.
sekian...
apabila terdapat banyak kesalahan atau kekurangan, mohon maaf dan dengan senang hati saya persilakan untuk menambahkan atau mengoreksi :) .
semoga bermanfaat !
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
tolong abaikan jika anda tidak setuju!
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.